Dari Ujung Utara NKRI, Bupati Rusli Sibua Bawa Pemkab Morotai Pecahkan Rekor Tata Kelola ASN
Bupati Rusli Sibua menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta adalah kunci untuk membangun birokrasi yang adaptif dan profesional.
MOROTAI – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai (Pemkab Morotai) memaparkan strategi penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ekspose yang berlangsung di Aula Kantor BKN Jakarta, Kamis (21/5/2026) ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Morotai dalam memperkuat sistem merit dan pengelolaan ASN yang berbasis kompetensi, kinerja, serta potensi pegawai.
Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, secara meyakinkan hadir langsung memimpin delegasi daerah. Ia didampingi Sekretaris Daerah M Umar Ali, Kepala BKD Alftah Sibua, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai.
Dari pihak BKN, hadir Wakil Kepala BKN Suharmen, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Herman, dan Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN Samsul Hidayat.

Hadir pula Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN Mohammad Ridwan, Direktur Arsip Kepegawaian Rury Citra Diani, dan Kepala Kantor Regional XI BKN Akhmad Syauki.
Dalam ekspose tersebut, Pemkab Pulau Morotai memaparkan langkah strategis yang telah dilakukan.
Mulai dari pemetaan pegawai, penguatan data ASN, penilaian kompetensi, hingga penyusunan _talent pool_ sebagai dasar pengembangan karier ASN secara objektif dan terukur.
Orang nomor satu di Pemkab Morotai ini menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta adalah kunci untuk membangun birokrasi yang adaptif dan profesional.
Menurut Rusli, sistem ini memungkinkan penempatan ASN sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki.
“Penerapan manajemen talenta merupakan bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Rusli dalam sambutannya.
Bupati dua periode ini mengatakan, Morotai sebagai daerah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar—menghadapi tantangan keterbatasan jaringan komunikasi dan sarana pendukung.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong implementasi sistem merit secara bertahap dan berkelanjutan.
Komitmen ini, kata Rusli, bertujuan memastikan ASN di wilayah paling utara Maluku Utara tetap mendapat kesempatan pengembangan karier yang adil dan berbasis kinerja.
Pihak BKN menyambut baik dan mensuport langkah Pemkab Morotai. Wakil Kepala BKN Suharmen dan jajaran memberikan apresiasi atas keseriusan daerah dalam membangun tata kelola manajemen ASN yang lebih baik.
BKN juga memberikan arahan dan penguatan agar implementasi manajemen talenta berjalan sesuai regulasi. Penguatan ini diharapkan mendukung pengembangan karier ASN yang profesional dan berbasis kompetensi.
Melalui ekspose ini, Pemkab Morotai berharap penerapan manajemen talenta dapat semakin optimal. Dampaknya diharapkan terasa pada percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

