Dinilai Merusak Citra Pemda, Akademisi Unkhair Ternate Dorong Sekda Morotai Dicopot
Muamil Sunan, Akademisi Universitas Khairun Ternate. (Dok: Pribadi)

Dinilai Merusak Citra Pemda, Akademisi Unkhair Ternate Dorong Sekda Morotai Dicopot

Akademisi Unkhair Ternate, Muamil Sunan angkat bicara atas kasus dugaan keterlibatan Sekda Morotai dalam praktik judi online (judol).

TIMES Sofifi,Minggu 7 Juni 2026, 20:46 WIB
138
H
Haerun Hamid

MOROTAIGelombang desakan agar Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, segera dicopot dari jabatannya kian menguat.

Setelah praktisi hukum memberikan catatan kritis, kini giliran akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muamil Sunan yang angkat bicara dan memberikan respons menohok atas kasus dugaan keterlibatan Sekda Morotai tersebut dalam praktik judi online (judol).

Muamil Sunan secara gamblang menyatakan keprihatinan sekaligus kecaman kerasnya terhadap figur nomor tiga di jajaran birokrasi Pemkab Pulau Morotai tersebut.

Menurut Muamil, posisi yang melekat pada diri Muhammad Umar Ali sebagai Sekda memikul tanggung jawab moral dan institusional yang sangat besar. Perilaku yang bersangkutan dinilai bertolak belakang dengan amanah jabatan yang diembannya.

"Sekda yang juga sebagai pembina ASN dan ketua KORPRI, tapi sikapnya menunjukkan perilaku yang tidak beretika serta merusak citra Pemkab Morotai," tegas Muamil dalam keterangannya tertulis via WhatsApp saat dimintai tanggapan soal etika pejabat publik, Minggu (7/6/26).

Sebagai seorang pimpinan tertinggi pegawai negeri di daerah sekaligus nakhoda Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Pulau Morotai, Sekda seharusnya menjadi role model atau teladan utama dalam penegakan integritas dan kode etik.

Kasus dugaan judi online yang menyeret namanya ini dinilai telah meruntuhkan marwah birokrasi di mata publik.

Ketika disinggung mengenai langkah konkret apa yang harus diambil Bupati Morotai, Rusli Sibua selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menyelamatkan kepercayaan masyarakat, akademisi Unkhair ini tidak memberikan toleransi atas pelanggaran tersebut.

Guna menjaga wibawa pemerintahan, memulihkan kepercayaan publik terhadap birokrasi Pulau Morotai, serta memberikan efek jera, Muamil Sunan menegaskan bahwa sanksi administratif tertinggi harus segera dijatuhkan tanpa penundaan.

"Copot dari jabatannya," singkat namun tegas pernyataan Muamil Sunan saat menutup komentarnya terkait sanksi yang paling etis tepat untuk Sekda Morotai

Pernyataan dari akademisi Unkhair ini semakin mempertegas bahwa ruang kompromi bagi pelanggaran disiplin berat di tingkat elite birokrasi sudah tertutup.

Kini bola panas berada di tangan Bupati Morotai untuk segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan demi memulihkan nama baik daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Haerun Hamid
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sofifi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.