Tuna Morotai Tembus Amerika, PT BFT Kirim Empat Kontainer di Ekspor Perdana
Suasana saat pemuatan tuna Lin di kontainer di Pelabuhan Laut Imam Lastori Morotai, Kamis (21/5/2026) (Foto: John For TIMES Indonesia)

Tuna Morotai Tembus Amerika, PT BFT Kirim Empat Kontainer di Ekspor Perdana

Sebanyak empat kontainer ikan tuna diberangkatkan menuju Pelabuhan Laut Surabaya sebelum diteruskan ke pasar luar negeri.

TIMES Sofifi,Kamis 21 Mei 2026, 22:09 WIB
810
A
Abdul Halil Husain

MOROTAISetelah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemkab Morotai pada Desember 2025, PT Berkah Freshindo Tuna (PT BFT) akhirnya melakukan ekspor perdana ke Amerika Serikat, Kamis (21/5/2026).

Sebanyak empat kontainer ikan tuna diberangkatkan menuju Pelabuhan Laut Surabaya sebelum diteruskan ke pasar luar negeri.

Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Laut Imam Lastori Daruba menggunakan kapal reguler.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, John Tiala, membenarkan hal tersebut.

Saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, ia menyebut langkah ini menjadi tonggak awal masuknya produk perikanan Morotai ke pasar internasional.

Dari empat kontainer yang dikirim, dua di antaranya berisi produk tuna loin yang ditujukan langsung untuk pasar Amerika Serikat.

Sementara dua kontainer lainnya berupa tetelan, rahang tuna, dan gelondongan akan dipasarkan di dalam negeri.

Kehadiran PT Berkah Freshindo Tuna diharapkan membuka rantai pasok baru bagi nelayan lokal. Selama ini, hasil tangkapan tuna Morotai lebih banyak terserap oleh pasar domestik dengan nilai tambah yang terbatas.

Meski demikian, ada satu hal yang masih menjadi tanda tanya: harga beli perusahaan kepada nelayan. John Tiala mengaku belum mengetahui angka pastinya karena pihak PT BFT masih merahasiakan.

“Saya tidak tahu pasti PT BFT beli perkilo dengan harga berapa ke nelayan. Ketika saya tanya, mereka bilang takut harga bocor ke perusahaan lain. Yang jelas, harga beli tuna mereka lebih tinggi dari PT HS,” ungkap John.

Ia menduga, kerahasiaan harga dilakukan karena perusahaan masih dalam tahap menjaring nelayan mitra. Persaingan untuk mendapatkan pasokan bahan baku dinilai menjadi alasan utama.

Meski begitu, John berharap PT BFT dapat menjaga stabilitas harga beli agar nelayan tidak dirugikan.

Ia juga meminta perusahaan memperhatikan kebutuhan mendesak nelayan di lapangan, seperti penyediaan es dan fasilitas pendukung.

“Harapan kami, perusahaan lebih fokus pada kestabilan harga beli dan persaingan yang sehat. Kami juga tetap membuka kesempatan bagi investor lain untuk mengembangkan sektor perikanan di Bumi Moro,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Abdul Halil Husain
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sofifi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.