Agen Mutiara Raup Untung dari Muatan Penumpang, Speedboat Ternate-Sofifi Keluhkan Sepi Penumpang
Aturan penimbangan barang muatan PORTASIKA dinilai tidak pro-rakyat dan justru memukul mata pencaharian para pekerja laut karena membuat pelabuhan sepi dari aktivitas penumpang.
MALUKU UTARA – Penerapan sistem penimbangan barang muatan PORTASIKA (Port Module & Stream Information Service System) pada armada speedboat rute Ternate–Sofifi menuai protes keras dari para motoris.
Aturan tersebut dinilai tidak pro-rakyat dan justru memukul mata pencaharian para pekerja laut karena membuat pelabuhan sepi dari aktivitas penumpang.
Salah seorang motoris speedboat di Pelabuhan Semut mengungkapkan bahwa sejak aturan timbangan ini diberlakukan, masyarakat menjadi enggan berpergian menggunakan speedboat.
Banyak calon penumpang yang mengeluhkan kerumitan dan biaya tambahan barang bawaan hingga memilih menunda perjalanan.
"Sistem penimbangan ini bikin pelabuhan sepi, penumpang sunyi sekali. Banyak warga keluh karena harus timbang barang lagi, akhirnya pelabuhan jadi tidak hidup seperti biasanya dan pendapatan kami makin anjlok," keluhnya saat ditemui di pelabuhan.
Di tengah kondisi pelabuhan yang lesu, ia membeberkan fakta bahwa pihak pengelola justru meraup keuntungan bersih dari tiap kilogram barang yang ditimbang.
Pihak Agen Mutiara diketahui mengantongi bagian sebesar Rp1.000 per kilogram dari kelebihan muatan penumpang.
"Penumpang sunyi, tapi di sisi lain pihak Agen Mutiara malah raup keuntungan seribu rupiah per kilo dari barang yang ditimbang. Ini jelas memberatkan kami para motoris," tegasnya.
Para motoris meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Dinas Perhubungan segera meninjau ulang aturan tersebut.
Mereka berharap ada tindakan tegas agar kebijakan transportasi tidak hanya menguntungkan pihak agen, tetapi juga memikirkan nasib para pekerja sebagai motoris speedboat dan kenyamanan masyarakat luas.
Sementara pihak Ketua Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate, Iksan Adam saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp pada . Rabu (2/9/2026) mengatakan,"Lebih baik kita ketemu di pelabuhan supaya lebih bagus." (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

