Penyelundupan Kuskus Maluku Mata Biru Digagalkan Petugas Karantina di Pelabuhan Ternate
Proses pelepasan Kuskus melibatkan BKSDA dan Karantina, pengamat kuskus dari Universitas Khairun, Wawan Suprianto Nadra, serta komunitas lingkungan Pulo Tareba. (Foto: Wawan Suprianto Nadra)

Penyelundupan Kuskus Maluku Mata Biru Digagalkan Petugas Karantina di Pelabuhan Ternate

Seekor kuskus Maluku (Phalanger ornatus) dengan mata biru khasnya nyaris dikirim diam-diam ke Bitung, Sulawesi Utara, menggunakan mobil truk.

TIMES Sofifi,Senin 6 April 2026, 18:44 WIB
909
H
Husen Hamid

TERNATESebuah aksi penyelundupan satwa langka berhasil digagalkan di Pelabuhan Ferry Bastiong, Ternate Selatan, Kota Ternate pada Kamis (2/4/2026) malam.

Seekor kuskus Maluku (Phalanger ornatus) dengan mata biru khasnya nyaris dikirim diam-diam ke Bitung, Sulawesi Utara, menggunakan mobil truk.

Beruntung, patroli rutin petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara yang berlangsung sekira pukul 23.25 WIT mencurigai gerak-gerik sebuah truk yang hendak menyeberang dari Weda menuju Bitung.

Saat diperiksa, ditemukanlah satwa marsupial menggemaskan itu tengah disembunyikan oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Kami rutin patroli di sini. Kebetulan malam itu, dari truk tujuan Weda-Bitung, kami amankan satu ekor kuskus," ujar petugas karantina di lokasi.

Tanpa buang waktu, kuskus malang tersebut langsung diamankan dan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku melalui Seksi Konservasi Wilayah I Ternate.

Kini, si kuskus menjalani observasi kesehatan oleh dokter hewan sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Keterlibatan Akademisi dan Komunitas Lingkungan

Proses pelepasliaran nantinya tak hanya melibatkan BKSDA dan Karantina, tapi juga pengamat kuskus dari Universitas Khairun, Wawan Suprianto Nadra, serta komunitas lingkungan Pulo Tareba.

Mereka ingin memastikan kuskus ini benar-benar kembali ke alam liar dalam kondisi sehat.

Wawan Suprianto yang sempat memeriksa satwa tersebut memastikan bahwa kuskus yang disita adalah Phalanger ornatus atau kuskus Maluku asli.

"Spesies ini tersebar di Bacan, Halmahera, Morotai, bahkan pernah kami jumpai di Pulau Ternate. Untung saja penyelundupan ini ketahuan," jelas Wawan.

Meski status konservasi spesies ini menurut IUCN masih Least Concern (risiko rendah) karena populasinya relatif stabil, Wawan menegaskan bahwa pengawasan tetap harus ketat. Pasalnya, perdagangan ilegal satwa liar bisa mengancam keseimbangan ekosistem Maluku Utara.

Insiden malam itu menjadi pengingat bahwa jalur-jalur pelabuhan di Maluku Utara masih rawan penyelundupan satwa.

Berkat kerja sama lintas lembaga dari karantina, BKSDA, akademisi, hingga pegiat lingkungan sebuah nyawa liar terselamatkan. Kini, si kuskus bermata biru itu punya harapan untuk pulang ke rumahnya yang sesungguhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Husen Hamid
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sofifi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.