Wakil Gubernur Maluku Utara, Serbin Sehe, didampingi Kadikbud, saat menyerap aspirasi dan beri solusi terhadap keluhan orang tua wali (FOTO: Protokoler Wagub for TIMES Indonesia)

Orang Tua Cemas Anak Tak Dapat Kuota SPMB, Wagub Malut Langsung Cari Solusi

Puluhan orang tua wali murid mendatangi kediaman Wagub Malut, Sarbin Sehe di Kota Ternate untuk mengadukan nasib anak-anak mereka yang belum mendapatkan kuota sekolah setelah SPMB ditutup.

TIMES Sofifi,Jumat 3 Juli 2026, 17:48 WIB
1.4K
H
Haerun Hamid

TERNATEPuluhan orang tua wali murid mendatangi kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara (Wagub Malut), Sarbin Sehe, di Kota Ternate pada Jumat (3/7/2026). 

Mereka hadir sejak pukul 13.22 WIT untuk mengadukan nasib anak-anak mereka yang belum mendapatkan kuota sekolah di tingkat SMA setelah Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) resmi ditutup.

Para orang tua didominasi oleh ibu-ibu mengaku mengalami berbagai kendala teknis saat proses pendaftaran online berlangsung, hingga menyebabkan anak-anak mereka gagal masuk ke sekolah pilihan.

Mila (28), salah satu perwakilan orang tua wali, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak pemerintah agar membuka jalur pendaftaran secara manual.

"Saya dan orang tua lainnya sudah dari tadi di sini," ujar Mila kepada TIMES Indonesia.

"Kedatangan kami ke kediaman Wakil Gubernur untuk menyampaikan keluhan, mulai dari rumitnya proses seleksi hingga anak-anak kami yang akhirnya belum terdaftar di sekolah mana pun," imbuhnya.

Mila menambahkan, variasi masalah yang dihadapi orang tua cukup beragam.

Namun, ketika mereka mencoba mendatangi pihak panitia sekolah, mereka justru mendapatkan penolakan dengan alasan masa pendaftaran telah berakhir.

"Semua sekolah sudah ditutup. Terus anak-anak kami mau disekolahkan di mana lagi kalau semua pendaftaran sudah dikunci?" keluhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung menemui para orang tua wali satu jam setelah mereka berkumpul.

Dalam forum dialog yang digelar, Sarbin langsung bergerak cepat mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat.

Sarbin menginstruksikan agar seluruh data dan identitas calon siswa yang bermasalah segera dicatat secara rinci untuk dicari jalan keluarnya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut.

"Diidentifikasi dulu seluruh identitas dan keluhannya. Kami dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama panitia, akan memberikan solusi terbaik agar anak-anak ini tetap bisa bersekolah," tegas Sarbin di hadapan para orang tua.

Di tengah ketegangan para orang tua, Sarbin Sehe sempat melemparkan beberapa candaan yang berhasil mencairkan suasana menjadi lebih harmonis dan sejuk.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin hak pendidikan anak-anak di Maluku Utara.

"Sejatinya, tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah. Kami pasti mencarikan solusi terbaik buat anak-anak kita," pungkasnya.

Pertemuan dan penyampaian aspirasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan berakhir dengan membawa angin  segar bagi para orang tua murid. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Haerun Hamid
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sofifi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.