Gerak Cepat PW Fatayat NU Maluku Utara, Baru Dilantik Langsung Susun Program Strategis
Tanpa menunggu lama, jajaran pengurus bergerak cepat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai langkah awal menyusun arah kebijakan dan program strategis organisasi lima tahun ke depan.
TERNATE – Baru saja dilantik, Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) Provinsi Maluku Utara periode 2025–2030 langsung menunjukkan keseriusannya.
Tanpa menunggu lama, jajaran pengurus bergerak cepat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai langkah awal menyusun arah kebijakan dan program strategis organisasi lima tahun ke depan.
Rakerwil yang berlangsung di Ternate, Minggu (19/7/2026), menjadi forum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan program kerja yang berdampak nyata bagi pemberdayaan perempuan dan kemajuan masyarakat di Maluku Utara.
Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal pembuktian komitmen organisasi melalui kerja-kerja nyata.
“Pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ucap Mardiah.
Menurutnya, melalui Rakerwil ini, Fatayat NU Maluku Utara berkomitmen melahirkan program-program yang solutif, khususnya dalam penguatan kapasitas perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, advokasi hukum, dan koperasi.
"Fatayat NU harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sosial di Maluku Utara," ujarnya.
Mardiah menambahkan bahwa Rakerwil bukan hanya forum penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi momentum memperkuat fondasi organisasi agar semakin solid, profesional, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.
“Kami berkomitmen membangun Fatayat NU Maluku Utara menjadi organisasi yang kuat secara kelembagaan, solid dalam konsolidasi, dan produktif dalam melahirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
"Pengembangan kapasitas kader, penguatan struktur organisasi hingga tingkat cabang, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi prioritas kami selama masa khidmat 2025-2030," lanjutnya.
Mardiah berharap seluruh jajaran pengurus harus menjadikan amanah kepengurusan sebagai ruang pengabdian yang diwujudkan melalui kerja kolektif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
“Dengan semangat kebersamaan, Fatayat NU Maluku Utara optimistis mampu menghadirkan organisasi yang semakin maju, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan serta pemberdayaan perempuan di Maluku Utara,” tandasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Ketua Umum PP Fatayat NU menekankan pentingnya gerak cepat, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor agar organisasi mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Saya meminta seluruh jajaran PW Fatayat NU Maluku Utara segera bergerak. Bangun komunikasi yang kuat dan sinergi yang harmonis dengan Gubernur serta seluruh pemangku kepentingan di daerah,” tegas Pj Ketum Hj Dewi Winarti dalam sambutannya pada acara pelantikan, Kamis 16 Juli 2026.
"Kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya berkolaborasi untuk mewujudkan target-target pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat," sambungnya.
Dengan semangat baru serta dukungan dari pemerintah dan pimpinan pusat, PW Fatayat NU Maluku Utara optimistis menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan sekaligus mitra strategis pembangunan daerah melalui program-program yang terukur, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

